Kegiatan sabung ayam di Dusun Rangagung, Desa Kebondalem, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, terus meresahkan warga setempat. Lokasi yang digunakan berada di kebon milik Parman, yang dikenal dengan julukan "Maling" oleh warga sekitar.
Warga mengaku resah dengan maraknya aktivitas perjudian sabung ayam yang kerap berlangsung di lokasi tersebut. Suasana gaduh dan keramaian yang ditimbulkan sering mengganggu ketenangan, terutama di pagi dan sore hari.
Warga Resah, Banyak Aduan Masuk
Sejumlah warga Dusun Rangagung mengaku sudah sering melayangkan aduan terkait aktivitas sabung ayam ini. Namun hingga kini, kegiatan tersebut masih terus berlangsung tanpa ada tindakan tegas dari pihak berwenang.
"Kami sudah berkali-kali melapor, tapi sepertinya tidak ada efek jera. Mereka tetap berani mengadakan sabung ayam setiap hari. Kami khawatir ini akan memicu tindak kriminal lain," ujar salah satu warga yang enggan disebutkan identitasnya.
Lokasi di Kebon Parman, Si “Maling”
Lokasi yang digunakan untuk arena sabung ayam berada di kebon milik Parman, yang oleh warga setempat dijuluki "Maling". Julukan tersebut melekat karena riwayatnya di mata warga, meskipun belum ada konfirmasi resmi terkait hal tersebut.
Aktivitas sabung ayam ini biasanya melibatkan puluhan hingga ratusan orang, tidak hanya dari Desa Kebondalem tetapi juga dari luar daerah. Mereka datang untuk bertaruh uang dengan jumlah yang cukup besar.
Kronologi Aduan Warga:
- Beberapa bulan terakhir – Aktivitas sabung ayam semakin marak
- Warga mulai resah – Suara gaduh dan keramaian mengganggu ketenangan
- Aduan dilayangkan – Warga melapor ke aparat setempat
- Belum ada tindakan tegas – Aktivitas masih berlangsung hingga kini
Harapan Warga: Tindakan Tegas
Warga berharap aparat kepolisian dan pemerintah desa segera mengambil tindakan tegas terhadap praktik perjudian sabung ayam ini. Mereka menilai kegiatan tersebut tidak hanya melanggar hukum tetapi juga merusak ketentraman masyarakat.
"Kami ingin kampung kami aman dan nyaman. Jangan sampai karena ulah segelintir orang, warga jadi takut dan resah setiap hari," pungkas warga lainnya.
Sumber: Adum Masyarakat